Mh Tailor
Welcome to MH Tailor
Kamis, 07 Maret 2013
Rabu, 04 Juli 2012
Suatu hari diberandaku
Sabtu, 24 Maret 2012
JAS
Jas (bahasa Belanda: jas)
adalah pakaian resmi model Eropa, berlengan panjang dan dipakai di luar kemeja.
Setelan jas (bahasa Inggris: suit)
atau hanya disebut setelan sedikitnya terdiri dari sebuah jas dan sebuah celana panjang yang dibuat dari kain yang yang sama.Berdasarkan
jumlah baris kancing di bagian depan, jas terdiri dari jas kancing sebaris (single,breasted)
dan jas kancing dua baris
(double breasted). Dalam bahasa Inggris, istilah jacket juga mengacu kepada jas launs (lounge suit)
atau jas malam (evening suit), dan bukan
pengertian jaket dalam bahasa Indonesia (jaket olahraga atau jaket kulit).
Jas launs adalah model jas standar yang
paling umum, dulunya berasal dari Inggris sebagai pakaian untuk berkegiatan di alam bebas.
[1] Bila hanya disebut jas, maka jas yang dimaksudkan adalah
setelan jas model standar (jas launs)
lengkap dengan kemeja dan dasi, dan biasanya dipakai pria bekerja di kantor.
Bila dalam undangan disebutkan kode
busana black tie, maka pria diminta
memakai jas resmi yang disebut tuksedo.
Jas diner (dinner suit, sebutan di Britania) atau tuksedo (tuxedo atau tails, sebutan di Amerika Serikat dan Kanada) adalah setelan jas resmi berwarnahitam, bagian belakang jas berbuntut, dan dipakai
bersama dasi kupu-kupu hitam dan
kemeja putih. Kode busana black tie
bukan berarti jas standar warna gelap
dengan dasi hitam.
Tuksedo dulunya merupakan alternatif
dari mengenakan jas berbuntut (dress
coat).
Sementara itu, jas yang dipakai
bekerja di kantor merupakan pengganti
dari jas panjang (frock coat) dan jas pagi
(morning coat), atau setelan pagi (morning suit).
Blazer adalah sejenis jas santai untuk pria dan wanita yang di bagian saku depan
sering diberi lambang dari sekolah atau
organisasi, dan sering dipakai sebagai
seragam.
Dalam bahasa Indonesia,
blazer hanya sering mengacu kepada
sejenis jas untuk wanita yang dipakai di luar blus atau kemeja dengan bawahan
berupa rok, kulot, atau celana panjang.
Variasi desain jas, model, jenis kain, rompi, dan jumlah baris kancing di bagian depan menunjukkan fungsi sosial dan kegunaan
pakaian.
Sejak dulu hingga sekarang, jas
umumnya dipakai sewaktu mengenakan kemeja berkerah dan dasi.
[2] Hingga sekitar 1960-an, pria memakai topi ketika berada di luar ruang.Seperti halnya semua jenis pakaian, jas
dulunya hanya dijahit oleh tailor berdasarkan pesanan. Ketika ingin
membuat jas, orang datang ke tailor untuk
diukur, memilih bahan, dan menentukan
model.
Sejak Revolusi Industri, jas diproduksi massal dalam berbagai ukuran
dan dijual sebagai pakaian jadi. Penjahit
misalnya hanya perlu menyesuaikan
ujung bawah pipa celana dengan tinggi
badan pemakai.
Jas sekarang ini
umumnya dijual dalam tiga bentuk:
*jas dibuat atas dasar pesanan,
sebelum bahan dipotong, penjahit
membuat pola jas agar pas badan;
*jas menurut ukuran yang dimodifikasi
sesuai ukuran badan pemesan
berdasarkan pola dan pilihan kain
yang ada;
*jas siap pakai yang harganya relatif tidak mahal.
adalah pakaian resmi model Eropa, berlengan panjang dan dipakai di luar kemeja.
Setelan jas (bahasa Inggris: suit)
atau hanya disebut setelan sedikitnya terdiri dari sebuah jas dan sebuah celana panjang yang dibuat dari kain yang yang sama.Berdasarkan
jumlah baris kancing di bagian depan, jas terdiri dari jas kancing sebaris (single,breasted)
dan jas kancing dua baris
(double breasted). Dalam bahasa Inggris, istilah jacket juga mengacu kepada jas launs (lounge suit)
atau jas malam (evening suit), dan bukan
pengertian jaket dalam bahasa Indonesia (jaket olahraga atau jaket kulit).
Jas launs adalah model jas standar yang
paling umum, dulunya berasal dari Inggris sebagai pakaian untuk berkegiatan di alam bebas.
[1] Bila hanya disebut jas, maka jas yang dimaksudkan adalah
setelan jas model standar (jas launs)
lengkap dengan kemeja dan dasi, dan biasanya dipakai pria bekerja di kantor.
Bila dalam undangan disebutkan kode
busana black tie, maka pria diminta
memakai jas resmi yang disebut tuksedo.
Jas diner (dinner suit, sebutan di Britania) atau tuksedo (tuxedo atau tails, sebutan di Amerika Serikat dan Kanada) adalah setelan jas resmi berwarnahitam, bagian belakang jas berbuntut, dan dipakai
bersama dasi kupu-kupu hitam dan
kemeja putih. Kode busana black tie
bukan berarti jas standar warna gelap
dengan dasi hitam.
Tuksedo dulunya merupakan alternatif
dari mengenakan jas berbuntut (dress
coat).
Sementara itu, jas yang dipakai
bekerja di kantor merupakan pengganti
dari jas panjang (frock coat) dan jas pagi
(morning coat), atau setelan pagi (morning suit).
Blazer adalah sejenis jas santai untuk pria dan wanita yang di bagian saku depan
sering diberi lambang dari sekolah atau
organisasi, dan sering dipakai sebagai
seragam.
Dalam bahasa Indonesia,
blazer hanya sering mengacu kepada
sejenis jas untuk wanita yang dipakai di luar blus atau kemeja dengan bawahan
berupa rok, kulot, atau celana panjang.
Variasi desain jas, model, jenis kain, rompi, dan jumlah baris kancing di bagian depan menunjukkan fungsi sosial dan kegunaan
pakaian.
Sejak dulu hingga sekarang, jas
umumnya dipakai sewaktu mengenakan kemeja berkerah dan dasi.
[2] Hingga sekitar 1960-an, pria memakai topi ketika berada di luar ruang.Seperti halnya semua jenis pakaian, jas
dulunya hanya dijahit oleh tailor berdasarkan pesanan. Ketika ingin
membuat jas, orang datang ke tailor untuk
diukur, memilih bahan, dan menentukan
model.
Sejak Revolusi Industri, jas diproduksi massal dalam berbagai ukuran
dan dijual sebagai pakaian jadi. Penjahit
misalnya hanya perlu menyesuaikan
ujung bawah pipa celana dengan tinggi
badan pemakai.
Jas sekarang ini
umumnya dijual dalam tiga bentuk:
*jas dibuat atas dasar pesanan,
sebelum bahan dipotong, penjahit
membuat pola jas agar pas badan;
*jas menurut ukuran yang dimodifikasi
sesuai ukuran badan pemesan
berdasarkan pola dan pilihan kain
yang ada;
*jas siap pakai yang harganya relatif tidak mahal.
Selasa, 07 Februari 2012
JAS BAGI PRIA
Bagi pria jas adalah pakaian kebesaran yang melengkapi penampilan resmi mereka.
Seorang pria akan tampak gagah
dan berwibawa saat mengenakan jas. Itu pula sebabnya pria memilih mengenakan jas, pada upacara penting seumur hidupnya, yaitu di hari pernikahannya.
Pada dasarnya, jas terdiri dari dua tipe
yaitu jas formal dan jas untuk pengantin.
Pada jas formal, harus ada kesamaan
bahan dan warna dengan dengan
celananya. Sedangkan jas untuk
pernikahan biasanya dipadu dengan tuksedo. Yaitu kemeja berkerah panjang yang dilipat dibagian ujungnya.
Pada bagian pergelangan tangan diberi manset lipatan yang lebar, ditekuk dua dan dibubuhi kancing manset.
Layaknya busana lainnya, jas juga
mengalami pergeseran model. Tren jas pria saat ini adalah yang membentuk tubuh, yaitu dengan pemotongan menyempit di bagian pinggang dan bahu.
“Cenderung ketat tapi agak longgar. Dengan model seperti ini pria akan
terkesan ramping. Model jas ramping ini harus diikuti pula dengan bentuk celana yang lurus tanpa banyak lipatan.
Ingat celana model baggy tak pas lagi
dikenakan, karena justru akan merusak kesan ramping yang ingin ditonjolkan.
Mengenai letak kancing pada dasarnya ada dua model, single dan double breasted. Namun belakangan pria cenderung memilih jenis single breasted,yang berkancing susun ganda, perlahan mulai ditinggalkan. Wajar saja dari segi kepraktisan model ini dirasa tidak efektif.
Pria yang memiliki bentuk perut tambun bisa ditutupi dengan model double breasted. Jumlah kancing yang menempel di bagian depan jas juga tak bisa diabaikan begitu saja. Model klasik cenderung simple membutuhkan kancing satu atau dua
buah. Bentuk ini masih disukai hingga kini,karena cenderung aman.
Namun bagi pria muda yang ingin tampil gaya, kancing tiga atau empat buah tak jadi masalah. Ada kesan lebih muda bila seseorang mengenakan model ini, bahkan
lebih trendy. Jas berkancing tiga atau
empat buah sampai ke dada tak akan mengganggu kenyaman si pemakai.
Karena kenyamanan tidak tergantung dari banyak kancing, melainkan dari potongan jas itu sendiri. Kesan nyata yang muncul dari jumlah kancing yang banyak ini adalah ramping.
Garis lurus di tengah memberi kesan tubuh menjadi lebih panjang dan rapi.
Karena kalau tidak begitu kesan jadi tidak proporsional. Sementara itu warna memang tak secara langsung
mempengaruhi kerampingan bentuk jas.
Tapi orang cenderung lebih suka memakai warna netral, seperti hitam atau biru gelap. Kesan yang ditampilkan dari warna ini
adalah formal dan serius. Itu sebabnya mengapa jas pernikahan selalu berwarna gelap. Keuntungan memakai jas netral ini,adalah karena sifatnya yang cenderung abadi. Sehingga bila seseorang memakai jas dengan model sederhana, orang tak bakal tahu kalau jas itu dibuat lima tahun yang lalu. Karena warnanya abadi.
source : Pernikahan.com
Seorang pria akan tampak gagah
dan berwibawa saat mengenakan jas. Itu pula sebabnya pria memilih mengenakan jas, pada upacara penting seumur hidupnya, yaitu di hari pernikahannya.
Pada dasarnya, jas terdiri dari dua tipe
yaitu jas formal dan jas untuk pengantin.
Pada jas formal, harus ada kesamaan
bahan dan warna dengan dengan
celananya. Sedangkan jas untuk
pernikahan biasanya dipadu dengan tuksedo. Yaitu kemeja berkerah panjang yang dilipat dibagian ujungnya.
Pada bagian pergelangan tangan diberi manset lipatan yang lebar, ditekuk dua dan dibubuhi kancing manset.
Layaknya busana lainnya, jas juga
mengalami pergeseran model. Tren jas pria saat ini adalah yang membentuk tubuh, yaitu dengan pemotongan menyempit di bagian pinggang dan bahu.
“Cenderung ketat tapi agak longgar. Dengan model seperti ini pria akan
terkesan ramping. Model jas ramping ini harus diikuti pula dengan bentuk celana yang lurus tanpa banyak lipatan.
Ingat celana model baggy tak pas lagi
dikenakan, karena justru akan merusak kesan ramping yang ingin ditonjolkan.
Mengenai letak kancing pada dasarnya ada dua model, single dan double breasted. Namun belakangan pria cenderung memilih jenis single breasted,yang berkancing susun ganda, perlahan mulai ditinggalkan. Wajar saja dari segi kepraktisan model ini dirasa tidak efektif.
Pria yang memiliki bentuk perut tambun bisa ditutupi dengan model double breasted. Jumlah kancing yang menempel di bagian depan jas juga tak bisa diabaikan begitu saja. Model klasik cenderung simple membutuhkan kancing satu atau dua
buah. Bentuk ini masih disukai hingga kini,karena cenderung aman.
Namun bagi pria muda yang ingin tampil gaya, kancing tiga atau empat buah tak jadi masalah. Ada kesan lebih muda bila seseorang mengenakan model ini, bahkan
lebih trendy. Jas berkancing tiga atau
empat buah sampai ke dada tak akan mengganggu kenyaman si pemakai.
Karena kenyamanan tidak tergantung dari banyak kancing, melainkan dari potongan jas itu sendiri. Kesan nyata yang muncul dari jumlah kancing yang banyak ini adalah ramping.
Garis lurus di tengah memberi kesan tubuh menjadi lebih panjang dan rapi.
Karena kalau tidak begitu kesan jadi tidak proporsional. Sementara itu warna memang tak secara langsung
mempengaruhi kerampingan bentuk jas.
Tapi orang cenderung lebih suka memakai warna netral, seperti hitam atau biru gelap. Kesan yang ditampilkan dari warna ini
adalah formal dan serius. Itu sebabnya mengapa jas pernikahan selalu berwarna gelap. Keuntungan memakai jas netral ini,adalah karena sifatnya yang cenderung abadi. Sehingga bila seseorang memakai jas dengan model sederhana, orang tak bakal tahu kalau jas itu dibuat lima tahun yang lalu. Karena warnanya abadi.
source : Pernikahan.com
Fashion Guide for Job Interview
First impressions are very important are created
during a job interview.
In addition to building confidence,
any fashion must be observed when
called up for interview by
the company's dream. As reported by the Becomegorgeous, choose
dress neatly and professionally. In Addition To The
that match also with character styles
You are, no need to overdo it, which
the most important remains the conveniently, yet
give the impression of a woman's career. For more details, see tipsnya
following this.
1. Select an outfit of the day before
Job interview job interview can
become a moment of
stressful, for it to choose clothing
from the day before the interview. So
You no longer to choose clothes confusion.
2. adjust the Clothes to the field
Work is a great way to choose
fashion moment interview is to adjust the areas of work. For example, if You are going to a job interview in the field of financial or legal, use clothesthat is a classic. Like the suit with blazer
color basic, white shirts andusing shoes pumps with a right that is not
too high. If you get a job interview in the fields of health and Ministry, related tochildren, use clothes with comfortable materials and pastel colors.
3. Perform fine
Fashionable appear fashionable and more casual when you interview work in fashion,
media, communication or advertising. Use the skinny jeans, a white shirt, shoes pumps high with chunky necklace accessory is okay to use. But keep select jeans color yarn, such as black or brown to keep a professional look.
4. avoid Sexy Dress shirt
collar to avoid intersecting or deliberately unbuttoned low on the chest or using the skirt too mini. Using clothing sexy can reduce the assessment and is considered
unprofessional.
5. avoid shoes that are too high Shoes too high makes you
uncomfortable, when feeling
uncomfortable arise then you become
restless and not confident. In addition to shy awayshoes that are too high, avoid all shoes that have a design that is too unique, due to inappropriate use for a job interview.
Source:
Kiki Oktaviani: Wolipop
during a job interview.
In addition to building confidence,
any fashion must be observed when
called up for interview by
the company's dream. As reported by the Becomegorgeous, choose
dress neatly and professionally. In Addition To The
that match also with character styles
You are, no need to overdo it, which
the most important remains the conveniently, yet
give the impression of a woman's career. For more details, see tipsnya
following this.
1. Select an outfit of the day before
Job interview job interview can
become a moment of
stressful, for it to choose clothing
from the day before the interview. So
You no longer to choose clothes confusion.
2. adjust the Clothes to the field
Work is a great way to choose
fashion moment interview is to adjust the areas of work. For example, if You are going to a job interview in the field of financial or legal, use clothesthat is a classic. Like the suit with blazer
color basic, white shirts andusing shoes pumps with a right that is not
too high. If you get a job interview in the fields of health and Ministry, related tochildren, use clothes with comfortable materials and pastel colors.
3. Perform fine
Fashionable appear fashionable and more casual when you interview work in fashion,
media, communication or advertising. Use the skinny jeans, a white shirt, shoes pumps high with chunky necklace accessory is okay to use. But keep select jeans color yarn, such as black or brown to keep a professional look.
4. avoid Sexy Dress shirt
collar to avoid intersecting or deliberately unbuttoned low on the chest or using the skirt too mini. Using clothing sexy can reduce the assessment and is considered
unprofessional.
5. avoid shoes that are too high Shoes too high makes you
uncomfortable, when feeling
uncomfortable arise then you become
restless and not confident. In addition to shy awayshoes that are too high, avoid all shoes that have a design that is too unique, due to inappropriate use for a job interview.
Source:
Kiki Oktaviani: Wolipop
Sabtu, 04 Februari 2012
Panduan Berbusana untuk Wawancara Kerja
Kesan pertama sangat penting diciptakan saat wawancara kerja.
Selain membangun kepercayaan diri,
busana pun harus diperhatikan ketika
dipanggil untuk interview oleh
perusahaan impian.
Seperti dilansir Becomegorgeous, pilihlah busana yang rapi dan profesional.
Selain itu sesuaikan pula dengan karakter gaya
Anda, tidak perlu berlebihan, yang
terpenting tetap nyaman, namun
memberikan kesan wanita karir.
Untuk lebih lengkapnya, simak tipsnya berikut ini.
1. Pilih Baju dari Sehari Sebelum Wawancara Kerja Wawancara kerja bisa menjadi momen menegangkan, untuk itu pilihlah busana
dari sehari sebelum interview. Sehingga Anda tidak kebingungan lagi untuk memilih baju.
2. Sesuaikan Pakaian dengan Bidang Pekerjaan Cara tepat untuk memilih busana saat interview adalah dengan menyesuaikan bidang pekerjaan. Sebagai contoh, jika Anda akan wawancara kerja di bidang finansial atau hukum, gunakanlah baju
yang klasik. Seperti setelan blazer dengan warna basic, kemeja putih dan menggunakan sepatu pumps dengan hak yang tidak terlalu tinggi. Jika Anda mendapatkan wawancara kerja di bidang pelayanan, kesehatan dan berhubungan dengan anak-anak, gunakanlah pakaian dengan bahan yang nyaman dan warna-
warna pastel.
3. Tampil Modis Boleh saja tampil modis dan lebih kasual bila Anda wawancara kerja di dunia fashion, media, komunikasi atau periklanan. Menggunakan skinny jeans, kemeja putih, sepatu pumps tinggi dengan aksesori kalung chunky boleh saja digunakan. Namun tetaplah pilih
jeans warna tua, seperti hitam atau coklat agar tetap terlihat profesional.
4. Hindari Busana Seksi Hindari kemeja berpotongan kerah rendah atau sengaja tidak dikancing pada
bagian dada atau menggunakan rok
terlalu mini. Menggunakan busana seksi dapat mengurangi penilaian dan
dianggap tidak profesional.
5. Hindari Sepatu yang Terlalu Tinggi Sepatu terlalu tinggi membuat Anda
kurang nyaman, ketika perasaan tidak
nyaman timbul maka Anda menjadi
gelisah dan tidak percaya diri. Selain
menghindari sepatu yang terlalu tinggi, hindari pula sepatu yang memiliki desain yang terlalu unik, karena tidak pantas digunakan untuk wawancara kerja.
Sumber:
Kiki Oktaviani : Wolipop
Selain membangun kepercayaan diri,
busana pun harus diperhatikan ketika
dipanggil untuk interview oleh
perusahaan impian.
Seperti dilansir Becomegorgeous, pilihlah busana yang rapi dan profesional.
Selain itu sesuaikan pula dengan karakter gaya
Anda, tidak perlu berlebihan, yang
terpenting tetap nyaman, namun
memberikan kesan wanita karir.
Untuk lebih lengkapnya, simak tipsnya berikut ini.
1. Pilih Baju dari Sehari Sebelum Wawancara Kerja Wawancara kerja bisa menjadi momen menegangkan, untuk itu pilihlah busana
dari sehari sebelum interview. Sehingga Anda tidak kebingungan lagi untuk memilih baju.
2. Sesuaikan Pakaian dengan Bidang Pekerjaan Cara tepat untuk memilih busana saat interview adalah dengan menyesuaikan bidang pekerjaan. Sebagai contoh, jika Anda akan wawancara kerja di bidang finansial atau hukum, gunakanlah baju
yang klasik. Seperti setelan blazer dengan warna basic, kemeja putih dan menggunakan sepatu pumps dengan hak yang tidak terlalu tinggi. Jika Anda mendapatkan wawancara kerja di bidang pelayanan, kesehatan dan berhubungan dengan anak-anak, gunakanlah pakaian dengan bahan yang nyaman dan warna-
warna pastel.
3. Tampil Modis Boleh saja tampil modis dan lebih kasual bila Anda wawancara kerja di dunia fashion, media, komunikasi atau periklanan. Menggunakan skinny jeans, kemeja putih, sepatu pumps tinggi dengan aksesori kalung chunky boleh saja digunakan. Namun tetaplah pilih
jeans warna tua, seperti hitam atau coklat agar tetap terlihat profesional.
4. Hindari Busana Seksi Hindari kemeja berpotongan kerah rendah atau sengaja tidak dikancing pada
bagian dada atau menggunakan rok
terlalu mini. Menggunakan busana seksi dapat mengurangi penilaian dan
dianggap tidak profesional.
5. Hindari Sepatu yang Terlalu Tinggi Sepatu terlalu tinggi membuat Anda
kurang nyaman, ketika perasaan tidak
nyaman timbul maka Anda menjadi
gelisah dan tidak percaya diri. Selain
menghindari sepatu yang terlalu tinggi, hindari pula sepatu yang memiliki desain yang terlalu unik, karena tidak pantas digunakan untuk wawancara kerja.
Sumber:
Kiki Oktaviani : Wolipop
Jumat, 03 Februari 2012
Pakain
Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/ tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi
dan menutup dirinya. Namun seiring
dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya.
Perkembangan dan jenis-jenis pakaian
tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan,
dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Pakaian juga
meningkatkan keamanan selama kegiatan
berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis,
menjaga toksin dari badan dan membatasi
penularan kuman. Fungsi pakaian Salah satu tujuan utama dari pakaian
adalah untuk menjaga pemakainya
merasa nyaman. Dalam iklim panas
busana menyediakan perlindungan dari
terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin
sifat insulasi termal umumnya lebih penting. Pakaian melindungi bagian tubuh yang
tidak terlihat. Pakaian bertindak sebagai
perlindungan dari unsur-unsur yang
merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi
tingkat risiko selama kegiatan, seperti
bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-
kadang dipakai sebagai perlindungan dari
bahaya lingkungan tertentu, seperti serangga, bahan kimia berbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi
lingkungan dari pemakai pakaian, seperti
memakai masker.
Dikutip dari:Wikipedia
dan menutup dirinya. Namun seiring
dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya.
Perkembangan dan jenis-jenis pakaian
tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan,
dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Pakaian juga
meningkatkan keamanan selama kegiatan
berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis,
menjaga toksin dari badan dan membatasi
penularan kuman. Fungsi pakaian Salah satu tujuan utama dari pakaian
adalah untuk menjaga pemakainya
merasa nyaman. Dalam iklim panas
busana menyediakan perlindungan dari
terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin
sifat insulasi termal umumnya lebih penting. Pakaian melindungi bagian tubuh yang
tidak terlihat. Pakaian bertindak sebagai
perlindungan dari unsur-unsur yang
merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi
tingkat risiko selama kegiatan, seperti
bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-
kadang dipakai sebagai perlindungan dari
bahaya lingkungan tertentu, seperti serangga, bahan kimia berbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi
lingkungan dari pemakai pakaian, seperti
memakai masker.
Dikutip dari:Wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)